Eight Below

Eight Below

The Real World Adventurer..

"In this life, only the fool who always start the questions of life, moreover start their life mission and purpose of money. And once beginner ask where they get money, then they will be shackled by the constraints/obstacles. And almost certainly the answer is simply no money, can not and will not be" (Rhenald Kasali - Professor of University of Indonesia)

Friday, January 21, 2011

In Memoriam Nala.. 26 Oktober 1999 - 20 Januari 2011..

Hari ini aku sedih sekali. Pagi2 skitar jam stngah 5 aku bangun krn di kakiku ada kutu.lalu aku buang ke jendela. N aku liat nala matanya kebuka. Aku kirain dy dah bangun n liatin aku. Trs pas aku pegang kok kaku n dy ga gerak sama skali.. sampe aku panggil “nala..nala..” sambil goyang2in kpalanya..sptnya dy sudah meninggal. syok, aku lgs buka pintu kamar n teriakin papa mama kalo nala mati.. ternyata benar..dy pergi meninggalkanku slamanya.,.syok, ga percaya.,aku hanya mengelus2nya sambil terbebelalak, tak percaya, air mataku tak keluar..lalu setelah agak tenang sedikit, air mataku pecah tak terbendung lg,aku menangis terus menerus, tak percaya kalau nala telah pergi.sedih sekali rasanya.. aku mengelusnya berlama2.. lalu aku membersihkan lukanya..lukanya penuh darah..aneh..pdhl kemarin2 tdk berdarah. Kcuali semalam memang ada yg berdarah sedikit. Kubungkus lukanya dengan kapas penuh. Kulepas kainnya.. kubersihkan pantatnya dari kotoran. Tapi aku lupa membersihkan mulutnya yg masih ada bekas antibiotiknya. Kupindahkan dy ke kain yg sudah disiapkan untuk membungkusnya., sedih sekali.. air mataku tak berhenti mengalir..aku terisak terus menerus. Sambil tak percaya ini nyata, aku menyesali krn semalam aku tak peka dgn reaksinya, dy berusaha untuk bangun berkali2 sampai kepalanya menatap lantai berkali2..kata mama biarkan saja..dan aku justru memarahinya, sepertinya dy gelisah, dan mau pamit..ahhh..kenapa ya aku ga peka.. aku tertidur jam 12 malam.. dy hanya minum sedikit antibiotik dan 2 pipet air. Memang kelihatan tak tenang sambil berbunyi seperti kesakitan. Aku menyesal kenapa ga bangun sblm dy pergi..pdhl biasanya aku selalu terbangun subuh2,,knapa aku ga merasa..kalau semalam adalah terakhir kali aku bisa berbincang dengannnya. Sorenya papa menurunkan dy di taman, ditinggalkan begitu saja tertidur.. aku lgs turun n menggendongnya ke atas. Tp tatapan matanya memang udah kosong. Sptnya dy merasa. Waktu matinya matanya terbuka, seperti tak rela untuk pergi saat itu. Aku ingat waktu dy akhirnya bisa duduk biarpun hanya sebentar, ada pandangan puas dr matanya, seakan bangga. Namun mengapa akhirnya dy menyerah pd penyakitnya itu? Sepertinya itu tumor ganas alias kanker, mgkn sudah menyebar hingga ke paru2 dan tenggorokan. Napasnya kadang sulit dan berbunyi seperti kesakitan, dy jg sulit menelan, spt perlu perjuangan ekstra untuk menelan sesuatu. Semalam dy bisa kentut dan buang air besar, aku kira sudah mulai sehat..ternyata dy pergi. Aku menyesal tdk bisa membawanya ke rumah sakit untuk operasi. Aku jg menyesal krn tdk bisa membeli obat sinshe yg katanya bagus untuk tumor, harganya 600rb..aku menyesal tak menemaninya di saat terakhirnya. Aku merasa sepi,kamarku seakan kosong,tidak terdengar lg suaranya.,suara gonggongannya, nafasnya, kebiasaannya meloncat2 sambil membawa tempe jg sudah tdk terlihat,, lantai yg berceceran krn tempe..dan kebiasaan2nya spt garuk2 sambil berbunyi spt babi “ngok2” dan tidur di bawah kolong meja atau ranjang,Smuanya akan kukenang slalu., 11 thn lebih bersamanya.,aku seakan tak percaya kl dy telah tiada. Setiap kali mengingatnya, air mataku bercucuran tak terbendung. Nala, semoga kamu tenang di surga. Tunggu aku ya, aku akan berkumpul bersamamu lg nanti ketika aku sudah mati. Aku tak percaya dan tak mau percaya kalau katanya arwah hewan akan kenyap ketika dia mati, aku percaya anjing jg punya nyawa yg abadi spt manusia, aku percaya nanti akan bertemu kembali dgn naka ketika aku mati. Aku mohon agar Tuhan menjaganya dengan baik. Kurindukan gonggongan dan tingkah lakunya,.,Kutinggalkan kecupan di pipinya untuk terakhir kalinya, kugendong dan kudekap dirinya erat2 ketika membawanya ke liang kubur, tangisku pecah kemabali ketika harus melepasnya terkubur di sana. Aku menyesal tdk punya uangm, tdk punya rumah sendiri yg biusa menyediakan tempat mengubur yg lebih baik.. Nala, br bbrp jam berlalu aku sudah kangen. Aku msh tak bs percaya kalau km telah tiada..tdk ada kg yg menungguku pulang. Tdk ada lg yg menggonggong sambil meloncat2 mengigit tempe..tdk ada lg yg rela tdk tidur 2 minggu hanya untuk menungguku pulang ke rumah..Nala, kau sahabat terbaikku..tak kan kulupakan.. kenangan akan dirimu akan kukenang slalu. Setiap kali melihat kuburannya, aku bertanya2, apakah dia kedinginan ya di dlm sana? Apakah semalam di hari terakhirnya dia kedinginan dan kesakitan? Aku hanya memberinya Koran untuk alas, dan juga Koran untuk selimut, namun diterbangkannya..ahh nala, sebenarnya aku tak rela melepasmu pergi. Tp mungkin itu yg terbaik agar kamu tdk menderita lg..aku sempat berharap suatu keajaiban, spt dlu ketika km terkena parvo dan tertabrak mobil..namun, sptnya km pun sudah menyerah kpd penyakitmu. Aku bingung knapa km bs kna kanker payudara, pdhl km ga melahirkan dan mknan kesukaanmu sehat yaitu tempe..aku msh bertanya2 byk hal..tetap tak percaya..nala..nala..berkali2 aku selalu ingin menyebut namamu, memanggilmu, berharap kau bisa menggonggong, menjawab panggilanku kembali spt dulu kala.. nalaaa.. nalooo…aku kangeeennn..huhuhuhuhu..apakah mungkin yg mati bs dihidupkan kembali? Kdg kala aku berharap demikian..

Fbku:

In Memoriam, Nala..kau sahabat terbaikku.. sebelas tahun lebih kau menemaniku..pasti sepi rasanya tdk ada lg yg menungguku pulang, menggonggongiku ketika aku pulang sambil meloncat membawa tempe..kamarku akan terasa sangat sepi dan dingin tanpamu.. selamat jln nala..sedih sekali rasanya melihat kepergianmu..sedih krn aku tak menyadari bahwa semalam adalah hari terakhir ku dpt bercanda dgnmu..T.T

No comments:

Post a Comment