Eight Below

Eight Below

The Real World Adventurer..

"In this life, only the fool who always start the questions of life, moreover start their life mission and purpose of money. And once beginner ask where they get money, then they will be shackled by the constraints/obstacles. And almost certainly the answer is simply no money, can not and will not be" (Rhenald Kasali - Professor of University of Indonesia)

Sunday, December 16, 2012

In Memoriam † Brino (Nid), Mei’97 – 15 Des'12..




Semalam aku memimpikan Brino... di mimpi itu aku memeluknya sambil berkata kepadanya “jangan mati dulu ya sampai aku pulang”.. aku juga bertemu dengan Nala, dan aku memeluknya sambil menangis.. seketika itu aku langsung terbangun sambil menangis.. 

Tak disangka, hari ini hari terakhirku melihat Brino.. ketika skype pertamaku dengan mama, aku melihat Brino terbangun dan kepalanya sudah tak bisa tegak, bergoyang ke kanan dan ke kiri, sungguh luluh lantah.. sempat dia berusaha menjilati lukanya dan kemudian dia tertidur kembali..  kemudian aku menghentikan skypeku.. namun, beberapa menit kemudian mamaku meneleponku lagi dan menyampaikan kabar buruk, “Brino sudah ga lama lagi”.. saat itu napasnya sudah tersendat-sendat dan kata mamaku denyutnya hanya tinggal dua.. seketika kemudian, sudah tak ada napasnya lagi, dan dia pun pergi meninggalkan dunia ini.. lidahnya terjulur, dan telinganya diterbangkan angin.. matanya tertutup tak mau membuka lagi.. papaku berusaha mengangkatnya, tapi sekujur tubuhnya sungguh lemas, benar-benar sudah tak bernyawa.. aku teringat ketika Neville mati, seperti itu juga, lemas, dan paras wajahnya berubah, seperti kosong..  tangisku tak tertahan.. aku tak percaya dia sudah tak ada.. tampaknya seperti tertidur, tapi itu hanya tubuh, kosong.. dia mati sebelum aku sempat kembali dan memeluknya.. di dalam tangisku, aku berharap dia hanya koma, dan berharap dia bangun kembali.. namun setelah 2,5 jam berlalu, mamaku kembali meneleponku.. tubuhnya sudah mulai dingin dan kaku.. kemudian, skypeku pun drop lagi, dan kucoba untuk menelepon kembali, ingin ku melihat sekali lagi brino untuk terakhir kalinya, namun sudah terlambat..


Aku menemukan Brino ketika aku masih duduk di kelas 5 SD, kira-kira tahun 1997.. Brino, campuran pudel dan terier, saat itu adalah anjing milik tetangga yang kemudian dibuang, menjadi anjing liar.. saat itu aku senang bermain dengannya dan mengajaknya ke rumahku.. pertama-tama, dia hanya di pintu masuk rumahku, kemudian masuk ke rumahku, dan akhirnya dia menjadi milikku.. bermain denganku, tidur denganku, selalu bersama denganku.. dia tak pernah protes ketika kugendong-gendong, kupakaikan baju, kuayun-ayun dengan selendang, dsb.. Brino akrab dengan seekor anjing jantan betubuh besar, Nero..


Nero juga sudah seperti milikku, namun kemudian dia hilang sehari sebelum aku pindah rumah, ketika aku duduk di kelas 2 SMP.. tampaknya dia dicuri orang.. waktu itu sedang masa-masanya banyak kasus pencurian dan pembunuhan anjing.. Brino dan Nero sering bermain berdua, hingga ketika kami pindah rumah, mereka sempat salah menungguku di rumah baru yang masih kosong.. selain Nero, juga ada Blekki, anak dari Mopi.. Brino sangat takut pada Mopi.. belum diserang, dia sudah bersuara ketakutan seperti sudah dihantam oleh Mopi..


Anak pertama dari Brino terlahir prematur dan tak bernyawa, sisanya belum berbentuk dan gugur.. bayi prematur itu cakil, seperti anjing hitam milik orang yang waktu itu kutemukan dan kemudian menghilang.. 

Kemudian brino melahirkan lagi untuk kedua kalinya, pada tahun 1999.. lima bayi, tiga betina dan dua jantan, namun kedua bayi jantan itu, berbulu kuning, terlahir tak bernyawa.. tiga bayi lainnya terlahir sehat.. yang berbulu kuning, kuberi nama Nala.. yang berbulu hitam keriting kuberi nama Perdita.. dan yang berbulu agak coklat lurus mengkilap (seperti baby Johnson) kuberi nama Pinky.. ketiga bayi itu memiliki ekor yang melingkar-lingkar seperti babi.. Perdita, jika diikat dengan tali dogi akan meronta-ronta seperti kuda, tak mau diatur.. Pinky, berapa kali pun diikat, dia selalu berhasil melarikan diri dan menghilang hingga ke seberang jalan.. dia juga sudah 7 kali diberikan kepada orang lain dan 7 kali dikembalikan, kecuali yang ke 8.. Pinky adalah yang ternakal dan suka membuat ulah.. Nala, yang paling tenang dan manja.. Nala sempat terkena virus parvo, namun selamat.. oleh karena Nala sering sakit-sakitan, maka dialah yang tak kuberikan kepada orang lain.. 


Brino, bukanlah seorang ibu yang baik.. dia tak mau menyusui dan selalu melarikan diri ketika anaknya buang air besar atau minta minum susu.. terutama ketika untuk ketiga kalinya dia melahirkan, dia sama sekali tak perduli pada anaknya, hingga anjing lain (Blekki) lah yang menyusui.. Blekki sangat senang dengan bayi, hingga dia sempat menyusui anak ibunya (Mopi), hingga Mopi nyaris menyerangnya.. Blekki pun ketika itu sempat dua kali melahirkan.. yang pertama, lima ekor, anak-anaknya kuberikan kepada kenalan-kenalan orang tuaku dan juga sepupuku.. dan kedua kalinya melahirkan, dia mempunyai hanya seekor anak yang hidup, berbulu putih belang, yang kunamai Femo.. Femo culun dan agak idiot, tapi selalu buang air kecil pada tempatnya (di atas Koran).. Femo senang tidur di sebuah rak plastik, namun terkadang dia diserang oleh anjing lainnya yang ada di rumahku.. Blekki dan Femo menghilang beberapa bulan setelah aku pindah rumah.. mereka sempat kutitipkan kepada kenalan (tetangga) namun kemudian hilang, sepertinya juga diculik..

Untuk ketiga kalinya Brino melahirkan, dua ekor bayi berbulu hitam.. yang satu (yang gemuk) terlahir tak bernyawa, dan yang satu lagi hidup.. betina, hitam lebam, dan seperti tikus got, dan kunamai Neville.. tak ada yang mau mengambilnya dan dia sungguh nakal.. sepertinya, dia anaknya Nero, karena goyangan ekor dan tubuh bagian belakangnya sangat mirip dengan khas Nero..

Brino, sudah seperti keluargaku.. sejak aku kecil, bermain bersamaku.. ketika aku bersembunyi, dia akan mencariku.. 


Dia senang merebut tempat tidurku, di depan kipas angin.. dia sangat senang dengan angin.. dia senang tidur di tempat-tempat yang sempit, menyempilkan moncongnya, atau di tumpukan buku dan baju..


dan, dia juga sangat senang ketika dibawa berjalan-jalan dengan motor atau mobil, dan setiap saat berhenti, dia pasti mengomel, meminta kami untuk melanjutkan perjalanan.. hingga tua, dia juga masih centil ketika melihat anjing jantan..


Brino sangat sayang kepada Nala, selalu menjilati mata Nala dan membiarkan Nala tidur menempel kepadanya.. namun, dia tak senang dengan Neville.. dia selalu pergi menjauh ketika Neville mendekat.. tak jarang juga Neville mengajak berkelahi dan menggigitnya.. 


Bisa dibilang, Brino sudah seperti ibu suri.. tak mau diatur.. sepertinya dia yang punya rumah, yang berkuasa.. 


Dia paling tak suka jika ada yang memegang pantatnya.. ekor buntungnya itu sepertinya adalah harta paling berharga miliknya.. dia akan melotot ketika ada yang memegangnya..

Makanan kesukaannya, keju, coklat, daging, bahkan durian.. dia suka segala sesuatu yang mahal.. dia tak pernah mau makan roti murahan.. dan, kebiasaan ini menurun kepada anak-anaknya..

Kebiasaan buruknya adalah jika dia kentut, selalu pura-pura tidak tahu dan tidak bersalah.. dan ketika dimarahi, kupingnya akan melebar seperti mau terbang.. begitu pula ketika dia sedang serius mendengarkan sesuatu.. jika bersuara, sering kali diteruskan sambil menguap, membuatnya terdengar lucu.. kadang kala juga dengan sengaja semakin dikencangkan suaranya, seperti tak mau kalah..

Selain itu, Brino adalah tipe anjing pemalas.. tak pernah mau merapikan kuku kakinya, hingga berkali-kali tersangkut di rak plastik dan terlepas.. Dia juga sangat cuek, seakan-akan tak peduli pada sekitarnya..

Lima belas tahun sudah aku bersamanya.. rasanya sangat aneh, dia sudah tak ada.. aku seakan tak bisa percaya.. dan, ini menambah kesedihanku.. keluarga dan sahabatku hilang satu lagi.. hidupku ini rasanya semakin hampa saja.. namun aku berharap, ketika saatnya tiba, aku akan bisa bersama dengan mereka lagi.. atau mungkin juga di dunia ini, kehidupan kedua bagi mereka, terlahir kembali..


Monday, June 11, 2012

In Memoriam † White, 12 Mei’10 – 10 Jun'12..


Dogiku White..


Aku memungut White di perempatan Citra 2.. 12 Mei 2010.. ketika itu motor papaku mau berbelok ke kanan, dan kulihat seekor anjing putih di tepi jalan itu.. anehnya, anjing itu langsung menggoyangkan ekornya kepadaku dan mendekatiku.. seketika, papaku pun langsung menghentikan motornya.. kuperhatikan anjing itu, tampak lusuh, walaupun di lehernya ada kalung..

Awalnya kukira anjing itu adalah milik orang yang lepas dan hilang, hingga aku pun membawanya dan menitipkannya di satpam Citra 2.. Satpam itu mengikat anjing itu di pohon pisang..

Sorenya, kulihat anjing itu masih belum diambil oleh pemiliknya.. dan, karena khawatir, akhirnya aku membawanya ke rumahku untuk sementara hingga ada orang yang mau mengambilnya.. tapi, kakinya cacat.. sulit untuk menemukan orang yang mau memeliharanya.. hatiku juga terasa berat untuk melepaskannya begitu saja..

Walaupun mamaku marah-marah kepadaku, tapi aku tetap berusaha mempertahankan anjing itu.. anjing itu selain cacat, juga bau dan kurus.. walaupun termasuk anjing ras..

Anak-anak les di rumahku senang dengan kehadiran anjing itu, yang ketika itu kuletakkan di beranda karena bau..

Akhirnya, setelah dimandikan, aku menitipkannya di rumah nenekku yang ketika itu masih tinggal di apartemen yang sama denganku.. dan, anjing itu kuberi nama White.. tapi, nenekku memanggilnya Mindy, sama dengan nama anjingnya yang dulu..
 
Setiap hari papaku mengirimkan makanan untuk White 2x sehari dan membawanya turun ke taman untuk buang air..

Kemudian, nenekku mengalami suatu penyakit dan dipindahkan ke rumah Tanteku.. nenekku membutuhkan banyak donor darah dan juga perawatan ekstra dari seorang suster.. 

Akhirnya, White pun kubawa ke rumahku, ke kamarku bersama dengan anjingku Nala..



Nala tidak jahat, sehingga membiarkan White berada di kamar yang sama biarpun Nala terkesan cuek..

Nala dan White terkadang saling mencuri makanan.. Nala mencuri tempe milik White dan White mencuri daging milik Nala.. tapi, mereka tak pernah berkelahi..

Hingga tiba akhirnya saat Nala sakit kanker payudara.. Nala hanya pernah mengeram sekali ketika mempertahankan tempe miliknya.. dan, Nala pun meninggalkanku untuk selama-lamanya pada 20 Januari 2011..

Nala tiada, tapi white tetap tidur di kamarku..

Perlahan-lahan, White mulai mendiami tempat-tempat yang biasanya menjadi daerah kekuasaan Nala.. akhirnya, bukti keberadaan Nala pun hilang..


White, hobinya bersuara aneh.. jika sedang mengomel atau garuk-garuk.. atau ketika dia minta keluar dari kamar..

Kebiasaannya, buang air di atas Koran.. dan kemudian menumpahkan air minum di atasnya.. mungkin, maksudnya adalah untuk menyiramnya..

Setiap malam, White selalu mendorong-dorong tempat minumnya, yang sebenarnya adalah tempat minum Nala.. aku tak tahu mengapa, aku sampai berpikir jangan-jangan ada arwah Nala yang menjaga tempat minum itu..hehe

White takut dengan suara petir atau petasan, sama seperti Neville dan Brino.. tidak seperti Nala yang tak takut dengan apapun..

Setiap kali melihat semut, white biasanya bengong dan kemudian menjilatnya.. seperti tapir..


White, agak oon dan telmi.. tapi dia suka dimanja.. setiap kali aku menyayangnya, dia akan berteriak kegirangan dan meminta disayang lagi..


Selama ini aku kurang memperhatikannya karena dia cukup bau.. walaupun dimandikan, dia tetap bau..

Kata dokter, dulu dia kena virus berbahaya, herannya dia bisa selamat.. aku jadi ingat dengan Nala yang dulu terkena parvo, tapi bisa selamat dan hidup.. tapi mereka berdua sama-sama kalah oleh kanker payudara..

Ketika tonjolan di payudara White semakin membesar dan terasa sakit, aku meninggalkan Jakarta selama 10 hari untuk berlibur dan mengunjungi keluargaku di Surabaya.. ketika aku kembali ke Jakarta, tonjolan itu sudah mengeluarkan darah.. kata papaku sehari sebelumnya sudah mulai berdarah..

Seketika aku teringat Nala, dan rasa sedih menghantuiku.. aku pun berusaha lebih menyayangi White.. aku mengganti perbannya dan menyayangnya..

White, tak suka jorok.. dia akan mengomel ketika Koran yang menjadi alasnya basah karena nanah kankernya.. dan setelah diganti yang baru, biasanya dia akan tenang kembali..

Aku sempat memijatinya hingga akhirnya dia tidur nyenyak walaupun dengan posisi yang aneh.. ternyata, semalaman dia tak tidur karena kesakitan..


Tapi ketika rasa sakitnya makin parah, setiap waktu dia mengerang.. hingga aku tidak bisa tidur.. dan, egoisnya aku, aku malah mengeluarkannya dari kamarku agar tidak mengganggu tidurku..

Aku jadi teringat Nala, ketika itu dia mengeluh berbunyi berisik dan aku malah memarahinya.. ternyata itu malam terakhir hidupnya.. subuh harinya, kutemukan tubuhnya sudah kaku..

Aku hanya menghabiskan waktu seminggu di Jakarta dan kemudian aku harus berangkat ke Jerman, meninggalkan Indonesia..

Aku cukup sedih karena kulihat kondisi White semakin parah.. matanya, seperti menandakan bahwa hidupnya tak lama lagi.. aku sangat khawatir..


Sebelum pergi, kucium kepalanya, kuberi tanda salib dan aku berkata kepadanya berkali-kali untuk jangan mati dulu sebelum aku pulang.. tapi tampaknya, dia sudah tidak kuat lagi..

Hari ini, tepat seminggu setelah aku meninggalkan Indonesia, tanggal 10 Juni 2012.. mamaku menemukan White sudah terbujur kaku di kamarku ketika pulang dari gereja.. sedih sekali rasanya kemarin aku tak sempat melihatnya karena webcam laptop papaku bermasalah..


Terakhir kali aku melihatnya, 2 hari lalu ketika sedang bertelepon video dengan mamaku.. kupanggil namanya, dan dia mendengarnya dan bergerak seperti berusaha untuk bangun tapi tak bisa..

White.. sudah 2 tahun lebih sejak pertama kali aku memungutnya.. tak disangka dia pergi secepat ini..

Ketika tanggal 12 Mei lalu, yang dianggap sebagai hari ulang tahunnya, tidak ada sesuatu pun yang istimewa yang diberikan oleh keluargaku.. mamaku seperti cuek-cuek saja.. dan aku, aku memang ingat tapi tak memberi apapun untuknya.. aku malah sibuk dengan malaikatku yang juga berulang tahun pada hari yang sama..

Aku hingga berpikir.. White telah tiada.. aku menemukan White tepat pada hari ulang tahun malaikatku, tak lama sebelum aku bertemu dan mengenal malaikatku, dan White juga mirip dengan anjing malaikatku yang hilang,.. apa ini juga berarti bahwa harapanku pada malaikatku juga telah berakhir?

Aku sedih.. White, lagi-lagi aku menyesali banyak hal.. kuakui aku kurang menyayanginya semasa hidupnya.. dan baru mulai memperhatikannya ketika dia sakit.. kemudian, ketika dia mati, tidak banyak fotonya yang diambil papaku, hanya 3 foto, tidak seperti ketika Nala dan Neville mati.. lalu, aku tak bisa menjaganya hingga akhir hayatnya, malah aku meninggalkannya ke tempat yang sangat jauh ketika kondisinya sedang parah-parahnya.. hanya 2 minggu sejak tonjolannya berdarah, dan ternyata langsung merenggut nyawanya.. 

White, maafkan aku ya,, semoga kamu tenang di surga bersama Nala dan Neville, juga hewan-hewanku yang lain.. tunggu aku dan semoga kita bisa bersama lagi ketika sudah tiba saatnya aku pergi meninggalkan dunia ini..