Eight Below

Eight Below

The Real World Adventurer..

"In this life, only the fool who always start the questions of life, moreover start their life mission and purpose of money. And once beginner ask where they get money, then they will be shackled by the constraints/obstacles. And almost certainly the answer is simply no money, can not and will not be" (Rhenald Kasali - Professor of University of Indonesia)
Showing posts with label True Story. Show all posts
Showing posts with label True Story. Show all posts

Wednesday, December 28, 2011

In Memoriam † Neville, 6 Feb'00 - 27 Des'11..


Dua hari setelah Natal, Selasa, 27 Desember 2011.. Aku terbangun di subuh hari, namun aku sama sekali tak keluar kamar melainkan sibuk mengetik di kamarku.. jam 8 pagi, tiba-tiba mamaku masuk ke kamarku, memberitahuku bahwa “Neville tiada”.. aku kaget dan langsung keluar kamar mengkuti mamaku ke kamarnya, dan kulihat Neville terbaring tak bergerak.. kugoyang-goyangkan tubuhnya dan kupanggil-panggil namanya, juga tak bergerak.. kurasakan nafas dan detak jantungnya sudah tak ada walaupun tubuhnya masih sangat hangat.. dia sudah pergi meninggalkanku untuk selama-lamanya..


Kesedihanku kehilangan Nala di bulan Januari yang lalu masih belum reda, tak kusangka aku harus kehilangan Neville juga, dan itu terjadi secara tiba-tiba.. aku menyesal paginya aku belum sempat menyapanya yang masih hidup.. di subuh hari, Neville seperti biasanya dibawa oleh papaku turun ke taman untuk berjalan-jalan dan buang air.. kata papaku, dia masih bisa naik tangga walau ketika turunnya digendong.. dan katanya, selama berjalan-jalan, darah kental mengucur dari pantatnya..

Beberapa hari terakhir ini Neville memang mengeluarkan darah, terutama ketika buang air kecil.. dan, dia jadi sering sekali buang air kecil.. kami sekeluarga mengira itu hanya besser karena dia sudah tua.. mengenai darah, kami mengira penyakit lamanya muncul lagi, dan sudah diberi antibiotik.. beberapa hari terakhir ini kondisinya sudah membaik, tapi sehari sebelum dia mati, aku sempat melihat darahnya mulai mengental lagi.. aku masih ingat, di pagi itu aku memberinya makan dan dia seperti biasanya sudah berada di sampingku tanpa dipanggil terlebih dahulu..

Neville, anjingku.. biasa kupanggil dia dengan sebutan "Phil" atau "Philly".. saudaranya Nala dan anaknya Brino.. lahir ketika aku masih duduk di bangku SMP, tepatnya pada tanggal 6 Februari 2000, tahun Millennium, Jubileum Agung, 4 bulan setelah Nala lahir..


Aku masih ingat, ketika itu Brino melahirkan secara hampir bersamaan 2 ekor anak anjing, mamaku yang membantu kelahirannya.. anaknya yang pertama berbulu hitam seperti Brino namun cantik, sayangnya tidak hidup.. anaknya yang kedua juga hitam dan hidup, hanya saja mirip seperti anak tikus.. dan, itulah yang akhirnya kuberi nama Neville Longbottom.. nama itu kuambil dari sebuah tokoh dalam film Harry Potter.. dan ternyata tepat, segala hal pada tubuh anjingku itu panjang seperti “Longbottom”..


Ketika bayi, induknya, Brino tak mau menyusuinya.. ketika itu ada 1 anjing coklat betina jenis kampung liar yang juga kupelihara yang bernama Bleki (kupanggi dengan “Kiki”).. Kiki sangat senang dengan anak anjing, dia pernah menyusui anak induknya sendiri (Mopi) hingga mopi mengeram.. kiki yang berada di rumahku, senang melihat Neville dan dia menyusuinya.. jadilah Neville seperti anaknya Kiki, tumbuh dengan badan yang agak besar dan panjang, walaupun bulunya hitam..

Ketika kecil, Neville sangat lincah dan nakal.. berkali-kali dia mengikuti Brino dan anjing lainnya bermain di taman, dan berkali-kali pula dia tak bisa meloncati selokan namun nekat hingga akhirnya terjebak di dalam selokan.. karena anjing yang kupelihara banyak, dulunya Neville mau diberikan ke orang lain, sayangnya tak ada yang mau mengambilnya karena Neville terlihat jelek..

Saat sudah mulai remaja, Neville semakin lincah.. paling sulit untuk menangkapnya yang sedang bermain di taman.. aku pun berlari mengejarnya hingga mengitari taman yang bulat beberapa kali, namun tetap tak berhasil menangkapnya.. dia sangat lincah sekali.. hanya papaku lah yang bisa menangkapnya.. ketika itu kami masih tinggal di daerah Pluit.. aku ingat ketika di Bekasi pernah mengejarnya yang lari dari kompleks ruko hingga ke jalan raya, dan dia menyelip-nyelip di antara becak-becak yang sedang ada di situ..

Sifat Neville jika diperhatikan tidak mirip dengan induknya, Brino, justru mirip dengan 2 anjing lain yang kuperlihara ketika dia masih kecil.. yang pertama adalah Kiki, yang menyusuinya.. sifat Kiki yang ditirunya adalah sifat galaknya yang suka mengajak anjing lain berkelahi tanpa sebab, juga mengeram karena tak mau didekati atau diganggu.. Neville sering sekali mengajak berkelahi Nala.. dan sebelum Neville lahir, beberapa kali kulihat Kiki sering mengajak berkelahi Nero, anjing jantan berukuran besar..namun, Nero adalah anjing yang baik dan sabar, dia tak mau meladeni Kiki dan membiarkannya hingga tenang sendiri.. Nero juga setia, bukan anjing jantan yang suka asal kawin, dia sangat setia pada Brino.. badannya memang besar dan gagah, tapi dia takut dengan kutu.. dia selalu berlari kencang-kencang, kabur setelah melotot ketika melihat kutu di depan matanya.. Nero juga selalu mengomel ketika makan makanan yang panas, dia akan mengeluarkan suara gumulan dari mulutnya.. Nero pun seperti bapak dari Neville.. Neville menirunya yaitu goyangan pantatnya ketika senang.. anjing normal hanya akan menggoyangkan ekornya, sedangkan Nero juga menggoyangkan pantatnya, dan Neville pun seperti itu..aku tak tau Neville anaknya siapa, tapi perkiraanku dia adalah anaknya Nero..


Neville senang sekali menggerogoti sayur-sayuran.. setiap kali mamaku membersihkan sayuran, dia selalu memintanya, terutama wortel dan kangkung..

Ketika aku duduk di kelas 3 SMP, bulunya rontok setengah badan, bergantian yang setangah bagian depan, dan kemudian setelah yang depan tumbuh, gantilah rontok setengah bagian yang belakang.. saat itu Neville tampak seperti memakai baju..

Saat itu pula, Neville juga pernah mengajak berkelahi Nala, dan kali itu adalah perkelahian yang sangat heboh.. Neville yang menggigit Nala tak mau melepaskannya hingga Nala kesakitan dan memejamkan mata.. dan, aku yang berusaha memisahkan mereka akhirnya menjadi korban.. Nala karena terlalu kesakitan, dia berusaha menggigit apapun yang ada di dekatnya.. Nala menggigit jari telunjuk tangan kananku tanpa melihat, dan baru melepaskannya ketika aku berteriak dan dia sadar bahwa itu jariku, bukan Neville.. kenang-kenangan dari Nala, jari telunjukku yang nyaris putus, dengan darah mengocor kental di seluruh lantai kamar.. akhirnya aku dibawa ke RS Tarakan untuk diobati dan disuntik anti rabies.. nasib jariku, diperban hingga sebulan baru sembuh.. darahnya deras tak berhenti keluar dan menyisakan bekas berupa cacat seumur hidup pada bentuk kuku jariku dan ada goresan yang menyerupai bekas jahitan.. Itulah berkat ulah Neville.. hingga tua pun, Neville sering mengajak berkelahi Nala dan juga semakin tua, semakin sering menyerang Brino.. akhirnya, Nala dan Neville dipisahkan, Nala kubawa ke kamarku..

Neville sangat lincah, suka meloncat-loncat seperti kuda, dan tangannya suka naik ke atas dan menghantam kami yang ada di depannya, juga mencium kami tepat di mulut.. jelek tapi lucu.. bulunya halus dan baunya seperti beras.. kukunya yang paling cantik, setiap hari Neville rajin manicure dan pedicure.. kukunya selalu berukuran sama dan rapi, padahal tak pernah kupotong.. Neville paling tidak suka jika jari-jarinya dipegang, dan dia akan mengeram.. dia hanya takut pada minyak tawon.. tapi ketika berkelahi, dia jadi tak begitu takut..

Neville sangat rakus, seperti Nero.. makannya banyak dan tak pernah kenyang.. setiap ada yang sedang makan, dia selalu minta walaupun baru saja makan.. ketika kecil, dia tak tau aturan, dia sering meloncat dan menjilat bahkan mencuri makanan yang dilihatnya, entah itu yang sedang dipegang ataupun yang tergeletak.. dia beraksi setiap kali kami sekeluarga lengah.. tapi ketika sudah mulai tua, dia lebih sopan santun.. dia hanya duduk mendekat meminta makanan yang kami pegang, walaupun sangat menempel dan mengikuti kemanapun kami pergi..

Di hari tuanya, dia juga jadi lebih manja.. Neville yang biasanya tak mau dipegang, apalagi digendong, menjadi Neville yang senang disayang.. 


setiap aku pulang dari kerja, dia selalu berputar-putar kemudian meloncat kepadaku, minta digendong.. setelah digendong, kemudian bersalaman dan kucium moncongnya, dia sudah puas dan tenang..


Dialah yang menjadi penjaga pintu rumah.. dia yang menyambut setiap kali kami membuka pintu.. dan dia juga yang menggonggong, memberi tanda ketika ada tamu yang datang..

Tempat tidur kesukaan Neville, dibalik pintu kamar mamaku, terlindung oleh rak plastik.. orang yang tidak mengetahuinya akan mengira pintu kamar itu bergerak-gerak sendiri, padahal di baliknya ada Neville yang sedang tidur.. tempat itu bisa disebut sebagai “kamar”nya Neville.. 


Di rak plastik di sebelahnya, dia terkadang memaksakan diri untuk tidur disitu, padahal badannya sebenarnya tidak muat.. 


Dia juga senang tidur di antara kaki mamaku, hingga terlihat seperti mamaku baru melahirkan..dan, dia senang sekali ketika diberi ijin masuk ke kamarku, dia akan meloncat-loncat kegirangan di kasurku hingga menyerupai kuda gila.. setiap keluar dari kamar, dia selalu berjalan sambil menyeret kakinya.. dan, dia juga sering berpose seperti menyembah..

Hobinya ketika muda adalah divisi penangkapan tikus.. dia yang menangkap, dan Brino yang mengeksekusi.. dan, hobi yang tetap ada dari kecil hingga tua adalah menjilati kaki juga menggerogoti kuku jempol kaki mamaku, dia mengikuti kemanapun kaki itu pergi..


Setiap kali mamaku sedang menyapu lantai, dia selalu meloncat-loncat minta digendong.. mungkin, dia senang melihat pemandangan sekelilingnya dari atas..

Dia paling takut ketika diajak naik mobil.. biasanya dia dipangku di bangku depan, namun dia ketakutan hingga gemetaran.. berbeda dengan Brino yang justru mengomel jika mobil berhenti dijalankan.. Brino senang melihat kanan dan kiri jalan..

Neville takut dengan suara petasan ataupun petir, sama seperti Brino, yang membuatnya gelisah dan meminta perlindungan.. dia juga tau ketika orang mau marah, bernada suara semakin tinggi, maka dia pun akan gelisah dan berusaha merayu.. Neville juga tak suka dengan air.. setiap kali hujan, dia tak mau berjalan-jalan di taman.. dia sangat menjaga kebersihan badannya, berbeda dengan Nala yang justru senang bermain becek-becekan..

Saat masih muda dan segar, dia selalu berlomba dengan Brino ketika menuruni dan menaiki tangga, dia selalu mendahului dan tak mau kalah cepat.. jika tampak kalah, maka dia akan segera menyusulnya..

Neville itu fotogenic tapi tidak suka difoto.. kalau mau memotretnya susah sekali, dia selalu bergerak ke sana kemari tak mau diam.. perlu usaha ekstra untuk bisa mendapatkan fotonya.. dia selalu tau ketika aku mengeluarkan kamera, atau bersiap untuk memotretnya, dia pasti tiba-tiba bergerak kabur sambil menggoyang-goyangkan ekornya..


Di usianya yang mulai tua, Neville jadi sering sakit-sakitan.. selain flu atau pilek, juga matanya yang rabun, yang parah adalah ketika kambuh perutnya mengembung.. dan setelah mengembung, beberapa saat dia akan mengeluarkan darah dari pantatnya, kemudian perutnya mengembung lagi.. dia sangat kesakitan dan lemas ketika itu.. kata dokter, itu semacam tumor rahim.. dan penyakit itu, sudah pernah terjadi dua kali..

Di akhir hayatnya, perutnya tak mengembung, tapi dia mengeluarkan darah.. kata papa, bisa jadi itu ginjalnya.. dan tak disangka-sangka, dalam waktu yang singkat, dia pergi meninggalkan kami untuk selamanya..

Sebelumnya, setelah berjalan-jalan pagi, dia sempat gelisah dan mengeluarkan darah di mana-mana hingga papaku mengurungnya di kamar.. dia minta keluar tapi tidak diperbolehkan oleh papaku, hingga dia berteriak keras.. dan ternyata teriakan itu adalah teriakan terakhirnya.. teriakan kesakitan ketika merenggang nyawa.. mamaku menemukannya sudah tak bernyawa.. mungkin saja sebelumnya dia mau berpamitan.. lagi-lagi terulang, kelalaian perhatian menyebabkan kami membuatnya tak sempat berpamitan, sama seperti Nala..

Ketika aku mengangkat tubuhnya yang tak bernyawa itu, lidahnya terjulur keluar.. badannya sungguh lemas, benar-benar terasa sudah tak ada nyawanya.. tapi dia tampak seperti sedang tidur.. beberapa kali aku dan mamaku melihatnya seperti masih bernafas dan menggerakkan matanya, tapi itu hanya bayangan kami.. mungkin ketika itu, arwah Neville masih belum benar-benar lepas dari tubuhnya.. aku memanggil-manggilnya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya, berharap dia bangun dan menyapaku kembali.. tapi ternyata, dia tak kembali dan pergi meninggalkanku untuk selamanya..


Seharian aku menangis.. aku sangat kehilangan.. rasanya sepi sekali..

Neville kami kuburkan di samping kuburan Nala, kepala mereka posisinya berhadap-hadapan.. 



Semoga saja di dunia sana, Neville dan Nala bisa rukun.. mama dan papaku berpesan pada Neville “jangan berantem lagi ya sama Nala”..  ya, semoga saja arwah Neville dan Nala tenang di surga.. dan semoga saja nanti ketika aku sudah tiada, aku bisa bersama dengan mereka lagi, juga dengan hewan-hewanku yang lain yang sudah lama tiada.. Love you all, my pet.. and I really miss you all.. I hope we can meet again and will be together, happy forever..

Friday, January 21, 2011

About Nala.. 21 Januari 2011..












Hari ini aku ga bs tdr enak.. tdr ga tenang bgt..sempet mimpi yg aneh2..tp aku ga inget mimpi apa. N knapa ya kok malah ga ktmu nala di mimpi? Pdhl aku kangen ma dy. Bangun2 rasanya hampa n sepi lg.. perasaan spt ini yg plg aku benci..knapa aku hrs merasakannya lg? aku sungguh menderita..aku melihat tembok yg kotor krn dirimu dan membayangkan kembali saat2 itu..sekarang, ketika aku bangun pagi, tdk ada lg yg menggonggong samnbil meloncat2 meminta dikeluarkan ke taman.. tdk ada lg yg berisik garuk2 di bawah ranjang sambil menempel tembok sampai tembok menghitam semua.. tdk ada lg yg nafasnya “heh heh heh” dan bau hingga aku tutup hidung dgn selimut..tdk ada lg yg kalau dr jalan2 di taman ga mau naik, mesti diseret krn takut kucing,jd harus digendong naik tangga..nala yg kalo jalan kakinya agak bengkok..bulu halusnya,, barusan aku lihat ke jendela, hujan, nala pasti kebasahan dan kedinginan di bawah sana..aku sedih memikirkannya,,aku msh ingat saat dy menemaniku tdr di ranjang, dy sgt suka berselimut selimutku..dikerek2 dgn bantalku sampai menjadi gunungan bulat dan kemudian dy tdr di atasnya.. kdg kala selimutku pun direbutnya,, pagi2 dy duduk termenggeh2 sambil melihat ke arahku..spt berusaha membangunkanku secara halus.. aku rindu semua itu..baru sehari berlalu, tp rasa sepi dan kehilangan itu begitu terasa.. apa yg hrs kulakukan? Aku hanya bs menangis dan menangis hingga mataku bengkak.. suara nafas white kubayangkan sbg suara nafasnya, tp yg terasa msh dingin beku di kamarku..aku msh blm bs mempercayai yg telah terjadi..inikah kenyataan? Mengapa kenyataan spt ini? Benarkah spt yg dibilang filsafat, yg nyata hanyalah masa skrg, masa lalu hanya bayang2? Knapa aku tak bs melihat dan menyentuhmu lg nala? Aku hanya bs membayangkanmu dlm pikiranku.. Sambil berpikir tentangmu, tiba2 terlintas di pikiranku, aku tersadar..Tuhan memberikan aku kesempatan break bekerja bukan krn byk tugas dan mau UAS, tp demi memberiku kesempatan terakhir untuk merawatmu Nala.. tumormu memburuk dan mulai luka sejak aku sudah berhenti bekerja.. sebulan untuk merawatmu..knapa aku tak menyadarinya dr awal? Pdhl jika aku cpt menyadarinya, aku bs lbh memanfaatkan waktu terakhirku bersamamu dgn lbh baik.. sdgkn skrg aku hanya penuh dgn rasa kecewa dan penyesalan..aku tak sempat melihatmu berpamitan,,maafkan aku nala, aku tak tanggap dan tak menemanimu di saat2 terakhirmu..aku sangat sedih dan menyesal..I miss u so much Nala.. andai saja yg dikatakan Kitab Suci menjadi kenyataan, bahwa di dalam agama Katolik tdk diperbolehkan kremasi, melainkan hrs dikubur yaitu agar yg telah meninggal dpt dibangkitkan kembali..benarkah itu? Lalu kenapa km belum dibangkitkan Nala? Aku pasti akan sangat senang sekali jika aku dpt bertemu dgnmu kembali..aku sangat ingin memelukmu erat2..ahh..aku jd teringat..rencana yg tak pernah terwujud, yaitu foto keluarga..lengkap aku, mama, papa, Neville, mbok, nala n white…aku memegang nala n white..papa Neville, mama brino..thn baruan aku mau foto, tp knapa tak terwujud ya? Aku menyesal skali.. perpisahanku dgnmu, aku hanya bs meninggalkan tanda salib di dahimu dan kecupan di pipimu sbg tanda aku selalu bersamamu dan semoga tanda salib itu dpt melindungimu, baik tubuhmu maupun nyawamu..semoga kamu benar2 ke surga dan menungguku disana, di sisi Bapa..tunggulah aku Nala, hingga pertemuan kembali itu..aku melihatmu mati dgn mata terbuka, sepertinya kamu pun tak rela berpisah denganku dan keluarga, namun maut tak terelakkan.. aku yakin, suatu saat nanti, kt pasti akan berkumpul kembali..

Terbangun dr tidur siangku..tidurku tak tenang lagi. Ketika bangun yg kurasakan adalah hampa dan sepi luar biasa,.sedih sekali rasanya, hingga aku menangis lg. pdhl td pagi aku sudah menangis deras di wc.. aku stress, aku tak tau sampai kapan aku bs benar2 merelakannya pergi.kata mama kasihan dia kalau tidak direlakan maka tdk akan tenang.. tp aku benar2 kehilangan.. sedikit berharap ada kebangkitan walaupun mungkin tak akan bisa terjadi, sesuatu yg sangat mustahil.. tp aku merindukannya luar biasa..aku masih tak bisa percaya kalau semua ini adalah kenyataan..aku merasa lbh baik aku tak usah bangun, sehingga aku tak perlu merasakan kesedihan ini..

Si white dr kemarin masih mengeram ketika makan, sepertinya dy pun rindu akan nala. Td aku lihat dy tidur di pinggir tembok, tempat kesukaannya nala..

Barusan aku ke kuburannya nala.. sambil membawa tanaman bunga merambat dr mama.. aku menanamnya di atas kuburan nala, berharap segera berbunga dgn indahnya. Kulihat 3 ranting yang kupasang menyerupai salib masih utuh, pdhl td sudah diterpa hujan dan angin kencang..hebatnya..hanya ranting rapuh tp mampu bertahan. Psti nala tau kalau itu simbol dr kami bertiga keluarganya yg selalu menyertai dy.. liat2 file di laptop..ada foto nala yg pas di ranjangku, lg bersih2 muka,.lucu..,wkt itu tumornya udah membersar tp belum luka.. aku ingat berbagi selimut dgnnya dan setiap dy ke pinggir ranjang, itu tandanya dy minta minum, dy tdk bs turun..agak manja memang,,hehe..aku jd ingat, dy slalu punya bulu gimbal di sisi kanan dan kiri lehernya, masing-masing 1. Sudah dipotong tetap saja nantinya akan tumbuh kembali.. aku ingat bulu di bawah telinganya yg keriting, pdhl yg lain lurus..memang unik..

In Memoriam Nala.. 26 Oktober 1999 - 20 Januari 2011..

Hari ini aku sedih sekali. Pagi2 skitar jam stngah 5 aku bangun krn di kakiku ada kutu.lalu aku buang ke jendela. N aku liat nala matanya kebuka. Aku kirain dy dah bangun n liatin aku. Trs pas aku pegang kok kaku n dy ga gerak sama skali.. sampe aku panggil “nala..nala..” sambil goyang2in kpalanya..sptnya dy sudah meninggal. syok, aku lgs buka pintu kamar n teriakin papa mama kalo nala mati.. ternyata benar..dy pergi meninggalkanku slamanya.,.syok, ga percaya.,aku hanya mengelus2nya sambil terbebelalak, tak percaya, air mataku tak keluar..lalu setelah agak tenang sedikit, air mataku pecah tak terbendung lg,aku menangis terus menerus, tak percaya kalau nala telah pergi.sedih sekali rasanya.. aku mengelusnya berlama2.. lalu aku membersihkan lukanya..lukanya penuh darah..aneh..pdhl kemarin2 tdk berdarah. Kcuali semalam memang ada yg berdarah sedikit. Kubungkus lukanya dengan kapas penuh. Kulepas kainnya.. kubersihkan pantatnya dari kotoran. Tapi aku lupa membersihkan mulutnya yg masih ada bekas antibiotiknya. Kupindahkan dy ke kain yg sudah disiapkan untuk membungkusnya., sedih sekali.. air mataku tak berhenti mengalir..aku terisak terus menerus. Sambil tak percaya ini nyata, aku menyesali krn semalam aku tak peka dgn reaksinya, dy berusaha untuk bangun berkali2 sampai kepalanya menatap lantai berkali2..kata mama biarkan saja..dan aku justru memarahinya, sepertinya dy gelisah, dan mau pamit..ahhh..kenapa ya aku ga peka.. aku tertidur jam 12 malam.. dy hanya minum sedikit antibiotik dan 2 pipet air. Memang kelihatan tak tenang sambil berbunyi seperti kesakitan. Aku menyesal kenapa ga bangun sblm dy pergi..pdhl biasanya aku selalu terbangun subuh2,,knapa aku ga merasa..kalau semalam adalah terakhir kali aku bisa berbincang dengannnya. Sorenya papa menurunkan dy di taman, ditinggalkan begitu saja tertidur.. aku lgs turun n menggendongnya ke atas. Tp tatapan matanya memang udah kosong. Sptnya dy merasa. Waktu matinya matanya terbuka, seperti tak rela untuk pergi saat itu. Aku ingat waktu dy akhirnya bisa duduk biarpun hanya sebentar, ada pandangan puas dr matanya, seakan bangga. Namun mengapa akhirnya dy menyerah pd penyakitnya itu? Sepertinya itu tumor ganas alias kanker, mgkn sudah menyebar hingga ke paru2 dan tenggorokan. Napasnya kadang sulit dan berbunyi seperti kesakitan, dy jg sulit menelan, spt perlu perjuangan ekstra untuk menelan sesuatu. Semalam dy bisa kentut dan buang air besar, aku kira sudah mulai sehat..ternyata dy pergi. Aku menyesal tdk bisa membawanya ke rumah sakit untuk operasi. Aku jg menyesal krn tdk bisa membeli obat sinshe yg katanya bagus untuk tumor, harganya 600rb..aku menyesal tak menemaninya di saat terakhirnya. Aku merasa sepi,kamarku seakan kosong,tidak terdengar lg suaranya.,suara gonggongannya, nafasnya, kebiasaannya meloncat2 sambil membawa tempe jg sudah tdk terlihat,, lantai yg berceceran krn tempe..dan kebiasaan2nya spt garuk2 sambil berbunyi spt babi “ngok2” dan tidur di bawah kolong meja atau ranjang,Smuanya akan kukenang slalu., 11 thn lebih bersamanya.,aku seakan tak percaya kl dy telah tiada. Setiap kali mengingatnya, air mataku bercucuran tak terbendung. Nala, semoga kamu tenang di surga. Tunggu aku ya, aku akan berkumpul bersamamu lg nanti ketika aku sudah mati. Aku tak percaya dan tak mau percaya kalau katanya arwah hewan akan kenyap ketika dia mati, aku percaya anjing jg punya nyawa yg abadi spt manusia, aku percaya nanti akan bertemu kembali dgn naka ketika aku mati. Aku mohon agar Tuhan menjaganya dengan baik. Kurindukan gonggongan dan tingkah lakunya,.,Kutinggalkan kecupan di pipinya untuk terakhir kalinya, kugendong dan kudekap dirinya erat2 ketika membawanya ke liang kubur, tangisku pecah kemabali ketika harus melepasnya terkubur di sana. Aku menyesal tdk punya uangm, tdk punya rumah sendiri yg biusa menyediakan tempat mengubur yg lebih baik.. Nala, br bbrp jam berlalu aku sudah kangen. Aku msh tak bs percaya kalau km telah tiada..tdk ada kg yg menungguku pulang. Tdk ada lg yg menggonggong sambil meloncat2 mengigit tempe..tdk ada lg yg rela tdk tidur 2 minggu hanya untuk menungguku pulang ke rumah..Nala, kau sahabat terbaikku..tak kan kulupakan.. kenangan akan dirimu akan kukenang slalu. Setiap kali melihat kuburannya, aku bertanya2, apakah dia kedinginan ya di dlm sana? Apakah semalam di hari terakhirnya dia kedinginan dan kesakitan? Aku hanya memberinya Koran untuk alas, dan juga Koran untuk selimut, namun diterbangkannya..ahh nala, sebenarnya aku tak rela melepasmu pergi. Tp mungkin itu yg terbaik agar kamu tdk menderita lg..aku sempat berharap suatu keajaiban, spt dlu ketika km terkena parvo dan tertabrak mobil..namun, sptnya km pun sudah menyerah kpd penyakitmu. Aku bingung knapa km bs kna kanker payudara, pdhl km ga melahirkan dan mknan kesukaanmu sehat yaitu tempe..aku msh bertanya2 byk hal..tetap tak percaya..nala..nala..berkali2 aku selalu ingin menyebut namamu, memanggilmu, berharap kau bisa menggonggong, menjawab panggilanku kembali spt dulu kala.. nalaaa.. nalooo…aku kangeeennn..huhuhuhuhu..apakah mungkin yg mati bs dihidupkan kembali? Kdg kala aku berharap demikian..

Fbku:

In Memoriam, Nala..kau sahabat terbaikku.. sebelas tahun lebih kau menemaniku..pasti sepi rasanya tdk ada lg yg menungguku pulang, menggonggongiku ketika aku pulang sambil meloncat membawa tempe..kamarku akan terasa sangat sepi dan dingin tanpamu.. selamat jln nala..sedih sekali rasanya melihat kepergianmu..sedih krn aku tak menyadari bahwa semalam adalah hari terakhir ku dpt bercanda dgnmu..T.T